Sabtu, 19 Januari 2008
Senin, 03 Desember 2007
Kuliah Umum II: Entrepreneurship
Pembicara kali ini tuh Pak Buntoro, CEO PT Mega Andalan Kalasan. Tapi saya agak kesulitan untuk mengikuti kuliah ini karena pembicara kurang jelas bicaranya. Entah karena sound system, telinga saya yang kurang bisa menangkap apa yang disampaikan, atau suaranya yang memang tidak jelas. Pokoknya poin-poin yang saya dapat dari kuliah itu antara lain:
Definisi dari Entrepreneur
Entrepreneur adalah orang yang mampu menyiapkan masa depannya dan mengeksekusi keputusan dengan pada saat yang tepat.
Menurut beliau manusia itu dapat digolongkan menjadi 3 bagian, yaitu:
- Sang pemimpi
Adalah orang dengan cita-cita dan mimpi yang sangat besar tapi tidak berusaha mempersiapkan masa depannya dan tidak dapat mengeksekusi keputusan pada waktu yang tepat.
- Sang Oportunis
Adalah orang yang hanya menunggu kesempatan saja. Dia tidak mempersiapkan diri ketika kesempatan itu datang sehingga tidak bisa memanfaatkannya secara optimal.
- Entrepreneur sejati
Adalah orang yang mempunyai mimpi yang besar sekaligus mempersiapkan masa depannya untuk mencapai mimpi itu dan ketika kesempatan datang dapat mengeksekusinya pada saat yang tepat.
Satu hal yang penting juga bagi seorang Entepreneur adalah investasi umur. Jangan sia-siakan umur kita agar bisa jadi entrepreneur muda yang sukses.
Hal yang patut dibold jika kita memutuskan untuk menjadi seorang entrepreneur yaitu Jangan takut akan kegagalan. Slogan kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda itu bukan hanya sekedar slogan. Contohnya Pak Buntoro sendiri. Pada awalnya beliau banyak membangun perusahaan tapi yang akhirnya jalan hanya beberapa.
Menjadi entrepreneur juga bisa berlandaskan IPTEK. Dengan kreativitas pengetahuan dapat menjadi teknologi yang bisa dipakai dalam industri yang kemudian menjadi bisnis.
Begitulah kira-kira kuliah yang diberikan Pak Buntoro...
Senin, 05 November 2007
Engineer sangat dekat dengan angka. Mereka selalu berhubungan dengan angka atau menghubung-hubungkan sesuatu dengan angka dalam berbagai aspek kehidupan.
Notasi angka
Di Amerika Serikat, koma menunjukkan tiga urutan besaran, sedangkan titik menunjukkan desimal.
Contoh: 2,314.8
Di Eropa, koma menunjukkan desimal, sedangkan titik menunjukkan tiga urutan besaran.
Contoh: 2.314,8
Agar tidak bingung, akhirnya ditulis dengan menggunakan spasi untuk menunjukkan tiga urutan besaran dan titik untuk menunjukkan desimal.
Contoh: 2 314.8
Engineer selalu menggunakan angka nol untuk bilangan desimal antara -1 dan 1.
Contoh: 0.647 dan -0.647
Analisis Error Sederhana
Bilangan dapat dibagi ke dalam dua kelas, yaitu bilangan bulat dan bilangan riil. Jika kita menghitung suatu bilangan bulat, tidak akan ada kesalahan. Jika kita menghitung bilangan riil, akan terdapat kesalahan karena sulit untuk menentukan bilangan pastinya.
Dalam pengukuran, terdapat istilah-istilah sebagai berikut:
- Akurasi : ukuran seberapa dekat hasil pengukuran terhadap nilai sesungguhnya. Nilai sesungguhnya tidak dapat diketahui secara pasti, tapi dapat didekati melalui batas ketangguhan.
- Presisi : ukuran seberapa dekat hasil pengukuran yang satu dengan hasil pengukuran berikutnya.
- Kesalahan acak : kesalahan-kesalahan yang tejadi akibat gangguan atau kerusakan saat hasil diambil.
- Kesalahan sistimatik : kesalahan-kesalahan yang terjadi akibat metoda pengukuran yang salah.
- Ketidakpastian : ketidaktentuan
- Kesalahan : perbedaan antara hasil laporan dan nilai sebenarnya.
Angka Bermakna
Dalam membuat laporan hasil pengukuran, angka bermakna sangat penting.
Angka bermakna adalah jumlah digit dari bilangan yang masih diyakini kepastiannya.
Agak sulit untuk menerangkannya, akan lebih mudah jika kita melihat contoh.
Contoh:
- 482 = 3 angka bermakna
- 1.456 = 4 angka bermakna
- 20.413 = 5 angka bermakna
- 4.0 = 2 angka bermakna
- 7.090 = 4 angka bermakna
- 0.4204 = 4 angka bermakna
- 0.00340 = 3 angka bermakna
- 4 x 102 = 1 angka bermakna
- 4.0 x 102 = 2 angka bermakna
- 4.00 x 103 = 3 angka bermakna
- angka nol di depan dan di belakang koma bukanlah angka penting.
- semua angka bukan nol merupakan angka penting.
- angka nol yang terdapat di antara angka penting merupakan angka penting.
Minggu, 30 September 2007
PENDEKATAN DALAM MENYELESAIKAN MASALAH
1. Identifikasi masalah
Sebelum menyelesaikan suatu masalah, kita harus tahu dulu masalah apa yang harus kita selesaikan. Baru setelah itu dapat dilanjutkan ke tahap berikutnya.
2. Sintesis
Tahap ini adalah tahap di mana kita harus berpikir kreatif dan membuat masalah-masalah menjadi suatu kesatuan.
3. Analisis
Dalam tahap ini kita harus bisa menerjemahkan masalah fisik ke dalam model matematis. Analisis membutuhkan logika untuk membuktikan kenyataan dari pendapat, mendeteksi kesalahan, membuat kesimpulan yang tepat dari bukti yang ada, menyeleksi informasi yang relevan, mengidentifikasi celah dalam informasi, dan mengidentifikasi hubungan antarbagian.
4. Aplikasi
Tahap di mana hasil analisis diaplikasikan untuk menyelesaikan masalah.
Tahap menggunakan data dan teori untuk menyelesaikan masalah sesungguhnya.
Meskipun kelima tahap tadi dapat digunakan untuk mencari solusi dari suatu masalah, kenyataannya tidak selalu seperti itu. Seringkali dalam menyelesaikan masalah harus diulang karena hasil yang didapat bisa tidak sesuai dengan yang seharusnya. Untuk itu, kita harus mencobanya lagi dari awal.
NGUKUR DIAMETER BULAN
Gk salah tuh?
Yah sebenernya sah2 aja c, wong cuma tugas…
Yup! Tugas lagi.
Tugas baru kita adalah… (eng-ing-eng)
NGUKUR DIAMETER BULAN!
Estimasi aja sih sebenernya, ya perkiraan gitu deh..
Jadi, anggap kita hidup di zaman di mana teleskop atau alat-alat canggih astronomi lainnya belom ada. Jadul banget deh pokoknya. Yang kita punya cuma data jarak antara bumi ke bulan, yaitu sekitar 384.000 km. Nah, jadi gimana caranya mengestimasi diameter bulan? (oiya, asumsikan zaman dulu udah ada penggaris atau alat ukur sederhana semacem itu)
Kelompok kami menggunakan 2 cara.
Cara 1:
- Pake perbandingan segitiga
Jadi, kita misalin aja
d = diameter bulan yang diukur pake penggaris
r = jarak penggaris dengan pengamat
D = diameter bulan sebenarnya
R = jarak bulan dengan pengamat
d/D = r/Rr
0.5 cm/D = 55 cm/384.000 km
D = (0,5 x 384000) : 55
= 3490,90...
= 3491 km
Cara 2:
- Perbandingan pake sudut
Jadi, kita ukur dulu sudut antara pengamat dengan ujung2 diameter bulan, didapet hasilnya 0,5 o.
D = diameter bulan
R = jarak bumi-bulan
tan 0,5 o = D/R
tan 0,5 o = D/384.000 km
D = 3351 km
Setelah melihat literatur, ternyata diameter bulan sebenernya tuh 3476 km. Jadi, cara 1 (3491 km) lebih mendekati data sebenernya daripada cara 2 (3351 km).
Senin, 24 September 2007
HKI (Hak Kekayaan Intelektual)
Dari kuliah tersebut, saya dapat menangkap beberapa informasi tentang HKI. Sebenernya apa sih HKI itu? HKI atau bahasa kerennya IPR (Intellectual Property Rights) intinya adalah hak untuk melindungi hasil karya intelektual seseorang.
Awalnya dijelasin dulu tentang Globalisasi. Menurut buku The World is Flat, katanya globalisasi dibagi jadi 3, yaitu globalisasi versi 1.0 (…-1800) (state), globalisasi versi 2.0 (1800-2000) (corporation), sama globalisasi versi 3.0 (2000-…) (individual).
Udah gitu dijelasin juga tentang kenapa Indonesia gk maju-maju. Soalnya dulu kita dijajah sama Belanda sih… coba kalau dijajah Inggrisnya yang lama, mungkin kita bisa kaya Malaysia sekarang. Tapi ya yang namanya dijajah gk ada yang enak kali. Tapi ada juga kabar baiknya, Indonesia diprediksi jadi negara terbesar ke-5 di dunia pada tahun 2025 loh! Keren gk tuh? Tapi itu semua gk akan terjadi kalau kitanya gk mau berusaha.
Balik lagi ke HKI. Kenapa sih keberadaan HKI tuh gk bisa dipungkiri? Soalnya HKI tuh sesuatu yang given dan inheren dalam masyarakat industri terus HKI juga mengikuti dinamika perkembangan masyarakat itu sendiri.
HKI dibagi dua, yaitu:
1. Hak cipta
Yaitu hak eksklusif bagi pencipta/ penerima hak untuk mengumumkan/ memperbanyak ciptaannya/ memberikan izin untuk itu dan tidak mengurangi pembatasan-pembatasan menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku.
2. Hak Kekayaan Industri
Yaitu hak yang meliputi hak paten, merk, desain industri, desain tata letak sirkuit terpadu, rahasia dagang, dan varietas tanaman.
a. Hak Paten
Yaitu hak eksklusif yang dikasih oleh negara kepada investor atas hasil invensinya di bidang teknologi
b. Merk
Yaitu tanda yang memiliki daya pembeda dalam perdagangan barang/ jasa.
c. Desain Industri
Yaitu suatu kreasi yang menghasilkan suatu produk.
d. Rahasia Dagang
Berhubungan dengan marketing dan rahasia dari perusahaan-perusahaan.
Selain itu, dibahas juga tentang Moral Right vs Economic Right. Di negara-negara yang menganut Economic Right, sebuah karya bisa diapain aja asal bayar, sebaliknya, kalau Moral Right, ya berdasarkan moral, masalah etis atau gk etisnya kita niru karya orang lain gitu.
Setelah dibuka sesi pertanyaan, ada beberapa pertanyaan dan yang paling saya ingat adalah pertanyaan: jika kita akan memakai lagu orang lain, apakah kita harus meminta izin dahulu pada penyanyi atau penciptanya atau tidak? Jawabannya, memang seharusnya iya, tapi karena ini Indonesia, sistemnya juga gk memungkinkan. Bayangin aja, repot banget kan kalau orang radio mau nyetel lagu terus harus minta izin kesana kemari. Jadi hukum di sini kayaknya lebih fleksibel deh.
Terakhir, masalah fotokopian buku-buku textbook yang biasa kita pake. Sebenernya boleh gk sih difotokopi? Saya pernah denger salah satu dosen bilang kalau ITB udah ngirim surat ke pengarang atau penerbit bukunya untuk minta izin memfotokopi bukunya demi kepentingan pelajaran. Terus katanya udah diizinin asal cuma dipake buat kita belajar, bukan buat tujuan komersil.
Nah kurang lebih itulah yang saya tangkep dari kuliah bersama kemaren. Mungkin masih banyak banget yang gk saya tulis karena keterbatasan memori juga. Jadi segitu dulu deh…
Minggu, 16 September 2007
Kasus
Dalam suatu lingkungan, diperdebatkan masalah tentang perlunya membangun polisi tidur atau tidak.
Setting tempat
Jalan Cisitu yang tidak terlalu lebar, padat oleh mobil-mobil yang parkir di jalanan, dan macet pada malam hari, sekitar pukul 18.00-20.00.
Audience
§ Warga
- Warga sekitar jalan
- Warga yang parkir mobil
§ Pengguna jalan
- Pengendara
· Pribadi
· Angkutan umum
- Pejalan kaki
- Pengguna angkutan umum
Cara menentukan keputusan berdasarkan Moral Theories:
Ethical Egoism
Menurut saya, polisi tidur di daerah itu perlu dibangun sebab dengan adanya polisi tidur, dapat mengurangi kecelakaan akibat mobil atau motor yang mengebut, terutama bagi anak-anak. Walaupun mayoritas penduduk di sana adalah mahasiswa yang notabenenya sudah dewasa dan dapat menjaga diri, tetap tidak terlepas dari kemungkinan mengalami kecelakaan.
Utilitarianism
Berdasarkan cara ini, kita harus menentukan happiness objective function.
Happiness objective function (HOF)
= ∑ i (benefit)i (importance)i – ∑j (harm) j (importance) j
Di sini kami mengambil skala 0-100 untuk keuntungan (benefit) dan kerugian (harm)nya dan skala 0-10 untuk bobot (importance).
Keuntungan (benefit):
1. Mengurangi kecelakaan berat
2. Ketenangan
Kerugian (harm):
1. Menambah kecelakaan ringan
2. Kebisingan
3. Polusi udara
4. Macet
Jadi HOF untuk kasus polisi tidur tadi
= (mengurangi kecelakaan)(bobot)
+(ketenangan)(bobot)
-(menambah kecelakaan ringan)(bobot)
-(kebisingan)(bobot)
-(polusi udara)(bobot)
-(macet)(bobot)
HOF= (90)(8)+(25)(2)-(60)(5)-(50)(2)-(75)(5)-(40)(7)= - 435 (Jangan lakukan!)
Right Analysis
Berdasarkan cara ini, keputusan diambil dengan memperhitungkan hak-hak apa saja yang dilanggar jika kita memutuskan untuk membangun atau tidak membangun polisi tidur.
Hak-hak tersebut antara lain:
1. Hak hidup
2. Hak untuk menjaga kelangsungan hidup
3. Hak untuk meningkatkan kepenuhan hidup
Jika polisi tidur dibangun
Hak yang terancam dilanggar dari :
Warga sekitar : Hak mendapat udara bersih, hak mendapat ketenangan dari polusi suara
Pengguna jalan : Hak pemenuhan waktu
Jika polisi tidur tidak dibangun
Hak yang terancam dilanggar dari :
Warga sekitar : Hak untuk hidup
Pengguna jalan :-
Berdasarkan data di atas dapat dilihat bahwa jika polisi tidur dibangun, hak yang terancam dilanggar lebih banyak dibandingkan jika polisi tidur tidak dibangun. Oleh karena itu, keputusannya adalah tidak dibangun polisi tidur.
Kesimpulan
Dari tiga cara yang dapat dipakai untuk mengambil keputusan, dua diantaranya memperlihatkan bahwa polisi tidur di Jalan Cisitu tidak perlu dibangun. Jadi kami memutuskan bahwa polisi tidur di Jalan Cisitu tidak perlu dibangun.